Skip to content
  • Beranda
  • Produk
    • Attack Surface Intelligence
    • Cyber Threat Intelligence
    • Dark Web Intelligence
    • Fraud Intelligence
    • Security Score Matrix
    • Threatmon AI
  • Services
  • Solutions
    • AI-Driven Threat Intelligence
    • Asset Discovery & Monitoring
    • Data Leak & PII Detection
    • Risk-Based Threat Management
    • Supply Chain Monitoring
    • Vulnerability Management
  • Blog
  • Hubungi Kami

Tag: Keamanan Siber

August 5, 2026

ShinyHunters: Evolusi Pencuri Data Menjadi Bisnis Siber

Ancaman Siber yang Terus Berevolusi Dunia keamanan siber sedang mengalami perubahan drastis dalam cara kelompok kriminal beroperasi. Dahulu, pelaku kejahatan siber hanya fokus pada pencurian data atau penyebaran malware secara terpisah. Namun, kini banyak kelompok berkembang menjadi organisasi terstruktur dengan model bisnis layaknya perusahaan modern. Salah satu contoh paling menonjol saat ini adalah ShinyHunters. Kelompok ini dikenal luas melalui berbagai kasus kebocoran data besar di seluruh dunia. Keunikan mereka terletak bukan pada jumlah korbannya saja, melainkan kemampuan mereka mengubah aktivitas kriminal menjadi ekosistem bisnis yang sangat terorganisasi. Mulai dari strategi penjualan data hingga pengelolaan marketplace, ShinyHunters memperlihatkan bagaimana kejahatan siber telah berkembang menjadi industri yang sangat kompleks. Oleh karena itu, memahami pola operasi mereka menjadi sangat krusial bagi pertahanan organisasi Anda. Awal Mula Kemunculan ShinyHunters Nama ShinyHunters mulai dikenal publik sekitar tahun 2020. Saat itu, sejumlah kebocoran data besar mulai muncul secara konsisten di forum-forum bawah tanah. Strategi mereka tergolong sederhana namun sangat efektif untuk membangun reputasi di dunia kriminal. Pertama, mereka mendapatkan akses ke sistem target dengan memanfaatkan celah yang tersedia. Selanjutnya, mereka mengambil data dalam jumlah besar dan membocorkan sebagian sebagai bukti validitas. Terakhir, mereka menjual sisanya kepada pembeli potensial di pasar gelap. Pendekatan ini terbukti sangat sukses. Dengan menawarkan sampel data, mereka berhasil membangun kepercayaan calon pembeli sekaligus membuktikan bahwa data tersebut asli. Dengan cepat, kelompok ini menjadi identik dengan berbagai insiden kebocoran data berskala internasional. Bukan Hanya Meretas, Tetapi Menjual Strategis Salah satu karakteristik unik dari ShinyHunters adalah cara mereka memonetisasi data. Berbeda dengan kelompok lain yang langsung menyebarkan data ke forum publik, mereka menerapkan strategi bisnis yang lebih tertata. Mereka sering menawarkan akses eksklusif kepada pembeli tertentu terlebih dahulu. Dengan menciptakan nilai premium berdasarkan eksklusivitas, data yang dicuri menghasilkan keuntungan jauh lebih besar. Setelah nilai komersialnya menurun, barulah mereka membuka akses ke publik. Kampanye Snowflake yang Mengubah Segalanya Salah satu peristiwa yang paling mengguncang industri adalah kampanye ShinyHunters terhadap pelanggan Snowflake pada tahun 2024. Menariknya, serangan ini tidak terjadi melalui peretasan langsung terhadap platform Snowflake. Sebaliknya, pelaku memanfaatkan akun pelanggan yang memiliki praktik keamanan lemah. Banyak dari akun tersebut tidak menggunakan Multi-Factor Authentication (MFA) dan menggunakan kata sandi lama. Kredensial ini sering kali berasal dari data infostealer yang sudah beredar bertahun-tahun. Setelah memperoleh akses, pelaku menggunakan alat-alat resmi untuk mengekspor data dalam jumlah besar. Karena aktivitas ini menyerupai pekerjaan administratif, tim keamanan sering kali kesulitan melakukan deteksi dini. Ketika Peretas Menguasai Marketplace Perkembangan berikutnya yang membuat ShinyHunters berbeda adalah keterlibatannya dalam pengelolaan marketplace bawah tanah. Alih-alih hanya menjadi penjual, kelompok ini kini berpartisipasi dalam mengelola platform tempat transaksi berlangsung. Model ini memberikan keuntungan strategis yang besar bagi mereka. Mereka dapat mengendalikan ekosistem perdagangan data, memperoleh pendapatan dari komisi pengguna lain, serta memperluas pengaruh di komunitas kriminal. Dengan kata lain, mereka kini telah menguasai infrastruktur transaksi itu sendiri. Kolaborasi dan Extortion-as-a-Service Seiring waktu, berbagai kelompok kejahatan mulai membentuk kolaborasi terstruktur. Tren ini mirip dengan dunia bisnis legal, di mana organisasi bekerja sama berdasarkan keahlian masing-masing. Ada kelompok yang fokus pada akses awal, sementara yang lain menangani pemerasan atau penyediaan infrastruktur. Selain itu, muncul konsep Extortion-as-a-Service. Model ini mirip dengan layanan Software-as-a-Service (SaaS) di dunia bisnis modern. Dengan model ini, operasi kriminal dapat diperluas tanpa harus menambah anggota inti secara masif karena mereka didukung oleh jaringan afiliasi yang luas. Pelajaran Penting bagi Organisasi Anda Salah satu pelajaran terbesar dari kisah ShinyHunters adalah bahwa banyak insiden besar tidak selalu berawal dari eksploitasi teknis yang rumit. Faktor utama yang sering dimanfaatkan adalah kelemahan manusia dan pengelolaan akun, seperti kata sandi yang lemah dan kurangnya MFA. Oleh karena itu, organisasi perlu memperkuat aspek keamanan identitas secara menyeluruh. Beberapa langkah yang wajib diterapkan meliputi: Mewajibkan penggunaan MFA untuk seluruh akses pengguna. Melakukan rotasi kredensial secara berkala dan ketat. Mengawasi aktivitas ekspor data dalam jumlah besar secara real-time. Memperketat pengelolaan akses pihak ketiga atau vendor. Meningkatkan kesadaran keamanan siber bagi seluruh karyawan. Kesimpulan ShinyHunters menunjukkan bagaimana kejahatan siber modern telah bertransformasi menjadi model bisnis yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan kolaborasi antar kelompok serta model layanan berbasis afiliasi, mereka menciptakan ancaman yang skalabel dan sulit diberantas. Sebagai organisasi, Anda harus menyadari bahwa ancaman terbesar sering kali berasal dari kelemahan dasar dalam pengelolaan identitas. Memperkuat keamanan pengguna dan kontrol akses menjadi langkah krusial di era digital saat ini. Threatmon Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Threatmon. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
August 5, 2026

Peta Ancaman Siber Timur Tengah 2026: Tren Keamanan Baru

Memahami Peta Ancaman Siber Timur Tengah 2026 Peta Ancaman Siber Timur Tengah 2026 kini menjadi perhatian utama para ahli keamanan di seluruh dunia. Selama bertahun-tahun, organisasi cenderung membagi ancaman menjadi dua kategori: kejahatan demi keuntungan finansial atau operasi spionase negara. Namun, perkembangan sepanjang tahun 2026 menunjukkan batas tersebut semakin kabur. Analisis terhadap ratusan insiden keamanan siber mengungkapkan fakta mengejutkan. Banyak serangan yang tampak seperti ransomware konvensional ternyata memiliki agenda politik, propaganda, hingga intelijen. Fenomena ini menjadikan kawasan Timur Tengah sebagai salah satu lanskap ancaman paling kompleks saat ini. Lonjakan 170 Insiden Siber yang Mengkhawatirkan Sepanjang tahun 2026, tercatat sekitar 170 insiden ransomware dan pemerasan digital di 17 negara Timur Tengah. Sektor-sektor vital menjadi target utama para pelaku kejahatan. Sektor tersebut mencakup manufaktur, keuangan, layanan kesehatan, pemerintahan, infrastruktur strategis, hingga energi. Sekilas, angka ini tampak seperti pola serangan ransomware pada umumnya. Namun, setelah dianalisis lebih dalam, motifnya jauh lebih luas. Sebagian besar serangan justru berfokus pada pencurian data sensitif, publikasi informasi, dan dampak psikologis bagi target. Tujuannya bukan sekadar uang tebusan, melainkan penciptaan keresahan. Turki sebagai Pusat Serangan Siber Regional Di antara seluruh negara yang dianalisis, Turki menempati urutan pertama dengan jumlah insiden tertinggi. Beberapa faktor utama yang membuat Turki menjadi target empuk adalah posisi geopolitiknya yang strategis. Selain itu, infrastruktur industri yang masif dan digitalisasi yang pesat juga menjadi faktor pendukung. Berbagai kelompok ransomware secara agresif menargetkan sektor manufaktur dan kesehatan. Yang paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya minat pelaku terhadap riset dan industri pertahanan. Dalam konteks regional, informasi strategis dari sektor ini jauh lebih berharga daripada uang tebusan finansial. Pergeseran Motif: Fenomena Handala Salah satu nama yang paling menonjol dalam lanskap ancaman saat ini adalah kelompok hacktivis, Handala. Berbeda dengan ransomware tradisional, aktivitas Handala lebih mengarah pada eksposur publik dan perang informasi. Serangan mereka memiliki muatan ideologis yang sangat kuat. Target mereka mencakup institusi pendidikan, organisasi kesehatan, serta entitas pemerintah. Pendekatan ini membuktikan bahwa tidak semua insiden kebocoran data dimotivasi oleh keuntungan material. Seringkali, dampak reputasi dan efek psikologis menjadi tujuan akhir bagi kelompok seperti ini. Infrastruktur Penting di Bawah Ancaman Pelaku ancaman kini semakin sering menyasar infrastruktur penting yang menjadi tulang punggung negara. Risiko utama meliputi gangguan operasional, pencurian data rahasia, hingga ancaman terhadap kepercayaan publik. Sebagai contoh, sektor energi dan telekomunikasi menjadi target yang sangat rawan karena dampak langsungnya yang luas. Ketika infrastruktur tersebut lumpuh, stabilitas ekonomi dan keamanan nasional dapat terganggu secara serius. Oleh karena itu, organisasi di sektor ini harus memperkuat sistem pertahanan mereka secara berlapis untuk menghadapi potensi serangan yang terus berevolusi. Dinamika Dark Web dan Serangan DDoS Aktivitas di dark web terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data yang diperdagangkan mencakup informasi identitas warga, akses administrator, hingga kredensial login organisasi. Ironisnya, banyak data berharga dijual dengan harga relatif rendah, yang menunjukkan peran data dalam rantai ekonomi kejahatan siber yang lebih besar. Selain pencurian data, serangan Distributed Denial of Service (DDoS) tetap menjadi senjata favorit kelompok hacktivis di negara-negara Teluk. Metode ini dipilih karena kemudahannya, dampak visualnya yang instan, serta kemampuannya menarik perhatian media. Meskipun dianggap sederhana, DDoS tetap efektif melumpuhkan layanan publik penting. Spionase Siber dan Evolusi Identitas Digital Di balik kebisingan ransomware, operasi spionase siber tetap berjalan konsisten. Kelompok Advanced Persistent Threat (APT) kini lebih cerdik dengan menggunakan alat administratif sah yang sudah ada di sistem target. Teknik ini membuat serangan sulit terdeteksi karena menyerupai aktivitas admin normal. Medan pertempuran baru kini bergeser ke arah identitas digital. Daripada mencoba menembus pertahanan jaringan yang rumit, pelaku kini fokus mencuri kredensial, cookie sesi, dan token autentikasi. Setelah akses didapat, mereka bisa bergerak bebas di dalam sistem tanpa memicu peringatan keamanan. Kesimpulan untuk Strategi Pertahanan Masa Depan Lanskap keamanan siber tahun 2026 menuntut pendekatan yang lebih adaptif. Organisasi tidak bisa lagi hanya mengandalkan keamanan tradisional. Penerapan Multi-Factor Authentication (MFA) yang ketat dan pemantauan identitas secara berkelanjutan menjadi kewajiban mutlak. Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas dark web dan pelatihan kesadaran keamanan bagi karyawan sangat krusial. Ancaman saat ini bukan hanya soal malware, melainkan tentang bagaimana pelaku memanfaatkan akses yang sah. Dengan memahami Peta Ancaman Siber Timur Tengah 2026, organisasi diharapkan mampu memperkuat ketahanan operasional mereka menghadapi era ancaman digital yang semakin kompleks. Threatmon Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Threatmon. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
August 4, 2026

ClickFix: Modus Siber Berbahaya Mengelabui Pengguna

Memahami Ancaman ClickFix dalam Keamanan Siber Dunia keamanan siber terus berkembang dengan sangat pesat. Para pelaku ancaman kini semakin kreatif dalam mengelabui calon korbannya. Jika dahulu serangan mengandalkan lampiran berbahaya atau file unduhan, kini muncul teknik halus bernama ClickFix. Teknik ini memanfaatkan rekayasa sosial untuk membuat pengguna secara sukarela menjalankan perintah berbahaya pada perangkat mereka sendiri. Akibatnya, korban tanpa sadar menjadi bagian dari proses serangan. Mereka membantu menginfeksi sistem, mencuri data, atau membuka akses pintu belakang bagi pelaku. Oleh karena itu, memahami pola ClickFix menjadi sangat krusial bagi setiap individu maupun organisasi. Langkah ini penting untuk menjaga integritas dan keamanan data dari berbagai serangan digital. Apa Itu ClickFix? ClickFix merupakan teknik social engineering yang menggunakan pesan kesalahan palsu, CAPTCHA palsu, atau notifikasi keamanan menyesatkan. Alih-alih mengeksploitasi celah teknis sistem, metode ini memanfaatkan faktor manusia sebagai titik masuk utama. Teknik ini menyerang psikologi pengguna agar mereka merasa perlu melakukan tindakan perbaikan segera. Korban biasanya dibuat percaya bahwa mereka sedang memperbaiki masalah sistem. Terkadang, mereka yakin sedang melakukan verifikasi identitas atau menyelesaikan proses keamanan penting. Karena tidak memerlukan metode serangan teknis yang rumit, teknik ini menjadi sangat berbahaya. Pengguna sering kali kurang waspada terhadap instruksi yang tampak sah di layar komputer mereka. Bagaimana Serangan ClickFix Bekerja? Serangan ClickFix mengikuti alur sistematis namun terlihat sederhana bagi mata awam. Pertama, korban mengunjungi situs berbahaya atau halaman web yang telah dikompromikan oleh pelaku. Selanjutnya, pelaku menampilkan umpan visual berupa pesan error atau CAPTCHA palsu yang sangat meyakinkan. Setelah itu, sebuah skrip akan otomatis menyalin perintah berbahaya ke clipboard korban. Korban kemudian diarahkan untuk membuka Run Dialog atau PowerShell pada perangkat mereka. Mereka diperintahkan menempelkan perintah tersebut ke dalam sistem. Langkah terakhir, setelah perintah dijalankan, payload malware akan segera aktif dan menginfeksi perangkat secara keseluruhan. Keunikan dari metode ini terletak pada eksekusi manual oleh korban sendiri. Aktivitas ini terlihat seperti perilaku normal di mata sistem keamanan tradisional. Oleh karena itu, sistem pertahanan sering kali gagal mendeteksi serangan ini karena instruksi datang dari pemilik perangkat yang sah. Mengapa ClickFix Sangat Efektif? Keberhasilan teknik ClickFix berasal dari kombinasi psikologi manusia dan penyamaran yang sangat meyakinkan. Pengguna modern telah terbiasa berinteraksi dengan CAPTCHA atau notifikasi browser setiap hari. Pelaku ancaman memanfaatkan kebiasaan ini untuk menciptakan rasa aman semu bagi calon korban. Ketika korban melihat antarmuka yang familiar, mereka cenderung mengikuti instruksi tanpa melakukan verifikasi mendalam. Di sisi lain, solusi keamanan tradisional sering kali hanya fokus mendeteksi file berbahaya yang diunduh. Aktivitas manual yang dipicu oleh ClickFix sering kali lolos dari deteksi karena dianggap sebagai perintah resmi dari pengguna. Teknik Psikologis dalam Serangan ClickFix ClickFix adalah bentuk manipulasi psikologis yang sangat terukur dan efisien bagi peretas. Berikut adalah beberapa teknik psikologis yang sering digunakan para pelaku: CAPTCHA Palsu: Memanipulasi rasa percaya korban melalui proses verifikasi yang tampak umum dan sah. Error Palsu: Menciptakan kepanikan agar korban segera bertindak memperbaiki sistem mereka. Instruksi Langkah Demi Langkah: Memberikan panduan teknis agar korban merasa terbimbing dan yakin. Pesan Mendesak: Mendorong korban untuk segera melakukan tindakan tanpa memberikan waktu berpikir panjang. Pelaku memahami bahwa banyak pengguna merasa lebih nyaman menyelesaikan masalah teknis sendiri. Mereka menghindari rasa repot dengan menghubungi tim dukungan TI atau administrator sistem. Hal inilah yang menjadi celah utama yang dimanfaatkan oleh serangan ini. Dampak Serangan ClickFix pada Perangkat Anda Setelah perintah dijalankan melalui ClickFix, perangkat korban dapat terpapar berbagai jenis ancaman berbahaya. Beberapa di antaranya termasuk Information Stealer, Password Stealer, hingga Remote Access Trojan (RAT). Dampaknya sangat serius, mulai dari pencurian kredensial akun pribadi hingga kebocoran dokumen rahasia perusahaan. Dalam banyak kasus, malware awal hanyalah pintu masuk untuk mengunduh ancaman tambahan. Peretas bisa mengambil alih perangkat secara penuh oleh pihak luar. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap tanda-tanda serangan sangatlah penting bagi setiap pengguna teknologi. Cara Mengidentifikasi dan Mencegah ClickFix Sebagai aturan umum, tidak ada sistem sah yang meminta Anda membuka PowerShell atau Command Prompt untuk verifikasi manusia. Jika sebuah situs meminta langkah-langkah teknis tersebut, segera tutup jendela peramban Anda. Hindari mengikuti instruksi yang tidak logis meskipun tampilan situs terlihat sangat resmi dan meyakinkan. Strategi pencegahan yang efektif melibatkan kombinasi teknologi dan pelatihan kesadaran pengguna secara rutin. Organisasi disarankan menerapkan kebijakan Least Privilege Access untuk karyawan. Selain itu, batasi penggunaan PowerShell serta gunakan fitur Web Filtering untuk memblokir situs yang mencurigakan. Kesimpulannya, pertahanan terbaik bukan hanya bergantung pada teknologi, melainkan kewaspadaan pengguna saat berinteraksi dengan konten daring. Threatmon Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Threatmon. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
July 24, 2026

ClickFix: Modus Serangan Siber Menipu Pengguna

Mengenal Ancaman ClickFix dalam Keamanan Siber Dunia keamanan siber terus berevolusi dengan cepat. Para pelaku kejahatan kini semakin kreatif dalam menyusun strategi untuk mengelabui pengguna. Jika dulu serangan mengandalkan lampiran email berbahaya, kini muncul teknik halus bernama ClickFix. Teknik ini sangat efektif karena memanfaatkan psikologi manusia secara langsung. Dalam metode ClickFix, penyerang tidak meretas sistem secara teknis dari jauh. Sebaliknya, mereka membujuk pengguna agar menjalankan perintah berbahaya secara sukarela. Tanpa disadari, korban justru menjadi pihak yang membuka pintu bagi malware untuk masuk ke perangkat mereka sendiri. Pemahaman mendalam mengenai pola ini menjadi sangat krusial bagi setiap pengguna teknologi saat ini. Apa Itu ClickFix dan Mengapa Begitu Berbahaya? ClickFix adalah teknik social engineering yang menggunakan umpan visual meyakinkan. Pelaku sering menampilkan pesan kesalahan palsu, CAPTCHA imitasi, atau notifikasi keamanan yang tampak sah. Tujuan utamanya adalah memaksa pengguna untuk mengikuti instruksi tertentu guna menyelesaikan masalah sistem yang tidak pernah ada. Mengapa teknik ini sangat berbahaya? Jawabannya terletak pada kesederhanaannya. Metode ini tidak memerlukan eksploitasi kode yang rumit atau celah keamanan perangkat lunak. Karena perintah dijalankan langsung oleh pengguna dengan hak akses sah, sistem keamanan tradisional sering kali gagal mendeteksi aktivitas tersebut sebagai ancaman. Ini adalah manipulasi psikologis yang dirancang untuk merobohkan pertahanan terkuat, yaitu logika manusia. Bagaimana Cara Kerja Serangan ClickFix? Serangan ini mengikuti alur kerja yang sangat terstruktur untuk menjebak korban. Berikut adalah tahapan yang biasanya dilakukan oleh penyerang: Akses Awal: Pengguna mengunjungi situs berbahaya atau halaman yang telah disusupi oleh pelaku. Umpan Visual: Muncul pesan error palsu atau CAPTCHA yang meminta interaksi pengguna. Penyalinan Perintah: Script tersembunyi menyalin perintah berbahaya ke clipboard komputer korban. Instruksi Pengguna: Korban dipandu untuk membuka Windows Run atau PowerShell. Eksekusi: Korban menempelkan dan menjalankan perintah tersebut secara manual. Aktivasi: Payload malware berhasil diunduh dan menginfeksi sistem secara total. Mengapa Banyak Pengguna Terjebak dalam ClickFix? Kesuksesan serangan ClickFix bersandar pada kebiasaan rutin pengguna komputer. Kita semua terbiasa berinteraksi dengan CAPTCHA, peringatan keamanan browser, atau notifikasi sistem setiap hari. Pelaku memanfaatkan kebiasaan ini untuk membangun rasa aman yang semu bagi korban. Saat melihat antarmuka yang familiar, korban cenderung berhenti bersikap kritis. Mereka lebih memilih menyelesaikan masalah dengan cepat daripada melakukan verifikasi lebih dalam. Selain itu, banyak pengguna enggan melibatkan tim TI untuk masalah yang tampak sepele. Kepanikan yang diciptakan oleh pesan kesalahan palsu inilah yang menjadi celah utama bagi penyerang. Dampak Infeksi Malware Akibat ClickFix Begitu perintah dijalankan, perangkat Anda bisa menjadi target berbagai jenis ancaman siber yang destruktif. Berikut adalah beberapa dampak serius yang mungkin terjadi: Pencurian Data (Information Stealer): Data sensitif dan kredensial akun Anda dicuri oleh penyerang. Remote Access Trojan (RAT): Penyerang mendapatkan kendali penuh atas perangkat Anda dari jarak jauh. Spyware: Aktivitas Anda dipantau secara diam-diam oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ransomware: Seluruh data di perangkat dienkripsi dan penyerang meminta tebusan untuk pemulihannya. Strategi Pencegahan Efektif Terhadap ClickFix Menghadapi ClickFix memerlukan pendekatan ganda, yaitu teknologi dan edukasi. Perusahaan harus menerapkan pembatasan pada penggunaan PowerShell dan akses administratif bagi pengguna biasa. Hal ini akan membatasi eksekusi perintah berbahaya meskipun pengguna tidak sengaja menjalankan instruksi penyerang. Di sisi lain, edukasi bagi pengguna adalah kunci utama. Jangan pernah menyalin dan menjalankan perintah dari situs web yang tidak dikenal, sekecil apa pun instruksinya. Jika sebuah website meminta Anda membuka Windows Run atau PowerShell untuk melakukan “verifikasi” atau “perbaikan error”, itu adalah indikasi serangan yang sangat kuat. Kesimpulan Teknik ClickFix menegaskan bahwa faktor manusia adalah elemen terpenting dalam keamanan siber. Secanggih apa pun teknologi perlindungan yang dimiliki organisasi, semuanya tidak berguna jika pengguna sendiri yang mengizinkan malware masuk ke sistem. Oleh karena itu, tingkatkan kewaspadaan Anda terhadap segala bentuk instruksi teknis yang muncul secara tiba-tiba saat menjelajahi internet. Selalu terapkan prinsip skeptisisme sehat. Jika sesuatu terasa janggal atau terlalu mendesak, segera tutup jendela browser Anda. Pertahanan terbaik adalah kesadaran dan kehati-hatian pengguna dalam setiap klik yang dilakukan. Tetap waspada dan jangan biarkan diri Anda menjadi pelaku bagi serangan siber terhadap perangkat Anda sendiri.

Read More

Threatmon Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Threatmon. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

PT iLogo Indonesia

Sales & Marketing

  • (021) 53660861
  • Jl. Kebon Jeruk Raya Villa Kebon Jeruk Office F1
  • [email protected]

Support Center

  • AKR Tower – 9th Floor Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk

Copyright © 2024. Threatmon Indonesia